Labuan Bajo (Part. 1) – Gua Batu Cermin dan Bukit Sylvia

Hai, Labuan Bajo!

Sempat bingung libur lebaran tahun ini mau kemana akhirnya Labuan Bajo terpilih sebagai destinasi wisata yang akan kami kunjungi. Ternyata tempat ini berhasil membuat saya terpesona akan keindahan alamnya yang masih terjaga. Maka dari itu, jangan lupa selalu menjaga kebersihan lingkungan dimanapun kita berada yaa ūüėÄ

Bandar Udara Komodo
Bandar Udara Komodo

Menuju ke Gua Batu Cermin

Perjalanan kami dimulai dengan penerbangan dari Surabaya ke Labuan Bajo yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kami memilih penerbangan dari Surabaya karena saat itu tiketnya paling murah dan tanpa transit (kalau dari Solo). Setelah satu setengah jam penerbangan, kami tiba di bandara Komodo. Saya mulai menghubungi local guide tapi ternyata tidak ada sinyal! Beruntung sekali, ternyata mereka sudah menunggu dan siap mengantar kami ke Gua Batu Cermin yang letaknya tidak jauh dari bandara.

Gua Batu Cermin
Pohon bambu berduri di Gua Batu Cermin

Sampai di Gua Batu Cermin kami disambut oleh para sukarelawan yang menjadi¬†guide¬†disini (jangan lupa tip untuk mereka ūüėČ ). Suasana sejuk dari rimbun nya pohon bambu berduri mengawali perjalanan kami menuju ke mulut gua. Setelah berjalan tidak terlalu jauh, kami mulai menaiki tangga dan sampai ke mulut gua. Bagi yang masuk ke dalam gua wajib menggunakan helm dan membawa senter.

Berjalan di dalam gua ini tidak selalu lurus, namun kita akan jongkok sekitar 2-3 kali sampai ke ujung gua. Sambil berjalan kita menjumpai berbagai bentuk stalagtit dan stalagmit. Bahkan kata¬†guide¬†nya ada yang mendatangkan jodoh jika disentuh (ada yang tertarik? ūüėÄ ). Sampai di ujung gua, di bagian atasnya ada lubang di mana sinar matahari masuk ke bawah. Sayang nya waktu kami datang cuaca pas mendung jadi sinarnya tidak terlalu cerah.

Tangga menuju mulut Gua Batu Cermin
Lubang di bagian atas Gua Batu Cermin

Trekking pertama di Bukit Sylvia

Bagi saya, Bukit Sylvia merupakan salah satu spot yang sangat indah untuk menikmati sunset di Labuan Bajo. Pengalaman pertama trekking saya dimulai dari tempat ini, rasanya cukup mendebarkan karena sebenarnya saya takut ketinggian. Tapi saran saya bagi yang nggak pernah trekking atau takut ketinggian seperti saya, kalian harus mencoba agar tidak menyesal! Karena saat di puncak, kita akan menikmati pemandangan indah yang membuat kita bersyukur atas ciptaan Tuhan yang hebat!

Sebelum¬†trekking¬†kalian hanya perlu mempersiapkan alas kaki yang nyaman karena jalurnya berpasir jadi harus berhati ‚Äď hati. Sebaiknya pilih jalur yang landai dan injak bagian yang berbatu supaya tidak terpeleset. Jika takut ketinggian seperti saya, pada waktu turun bisa posisi agak jongkok. Ternyata pengalaman hari ini berguna buat hari esoknya juga karena kita bakal¬†trekking¬†setiap hari, nggak nyesel deh! ūüėÄ

Bukit Sylvia
Rasa takut yang terbayar oleh pemandangan ini

Selesai berburu foto kami langsung turun ke bawah sebelum terbawa angin *halah*. Tapi sebenarnya karena hari ini mendung jadi sunset yang kami nantikan tidak terlalu bagus. Setelah itu kami diantar untuk makan malam dan langsung check in ke hotel. Bersiap untuk besok dan bersambung… ūüėÄ (JUNI 2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *