Labuan Bajo (Part. 3) – Pulau Padar, Komodo, Kanawa dan Pink Beach

Hari terakhir di Labuan Bajo

Sudah hari ketiga… mulai bercampur aduk perasaan hati ini. Antara masih betah berlama – lama disini dan besok harus pulang ke rumah *plak*. Tapi satu yang pasti.. waktu yang masih tersisa harus saya nikmati sepuas – puasnya *curhat*. Kembali ke cerita hari ketiga kami yang akan dimulai dari Pulau Padar. Mungkin masih ada yang asing dengan namanya? meskipun saat kita ketik kata “Labuan Bajo”, tempat ini yang akan muncul pertama di situs pencarian.

Seperti kemarin, kami berangkat jam 8 pagi dari hotel meskipun sebenarnya sudah terlalu siang karena panas nya yang luar biasa! Lebih baik kalian berangkat lebih pagi atau menginap di kapal supaya bisa mulai trekking pagi hari. Hari ini kami naik speed boat karena jaraknya lebih jauh dari kemarin. Di dalam speed boat kami ada toiletnya tapi pastikan jangan membuang tisu basah ke dalam kloset 😀

Pulau Padar

Menurut guide kami, cuaca yang paling bagus ada pada bulan Maret – April. Padahal kami ke sini awal bulan Juni dan saatnya musim tenggara jadi pas angin dan arusnya kencang. Kalau naik speed boat di saat – saat seperti ini siap – siap dengan “bonus” percikan air laut saat duduk diluar 😀 . Kalau tidak mau basah – basahan bisa duduk di dalam tapi udara nya bercampur bau bahan bakar. Jadi saya lebih memilih di luar karena lebih seru juga meskipun asiinn 😀

Pulau Padar

Akhirnya sampai di Pulau Padar!

Sekitar jam 9 kami sampai di Pulau Padar. Bukit tinggi plus jalur pendakian berupa tangga kayu yang sudah ada di depan mata membuat semangat trekking mulai membara *lebay*. Tidak lupa saya membawa minum secukupnya dan mulai mengatur stamina supaya bisa sampai atas.

Jalur trekking nya sudah berupa anak tangga, dari tangga kayu dan dilanjutkan dengan tangga batu. Semakin ke atas saya mulai merasa capek dan mulai takut ketinggian. Beruntung saya selalu diajak ngobrol dengan guide kami sehingga saya tidak terfokus dengan ketinggian dan menjadi lebih bersemangat.

Tangga batu di Pulau Padar

Sampai di atas kami disuguhi pemandangan yang luar biasa indah! Berada di atas bukit yang dikelilingi oleh lautan biru, suara deburan ombak plus langit biru yang cerah.. sangat sempurna! Di sini saya merasa bahwa manusia itu kecil di tengah ciptaan Tuhan yang begitu Agung. Meskipun hanya sampai ujung tangga batu saja, tapi saya sudah bersyukur karena jujur saya sempat takut turun ke bawah *gubrak*. O ya.. kalau saya lihat sepertinya jalur ke puncak masih tanah bebatuan.

Pulau Padar

Setelah berhasil turun ke bawah ada hadiah terenak yang saya dapat yaitu kelapa muda seharga 30 ribu. Rasanya lebih nikmat daripada kalau beli di rumah karena cuaca di sini lebih panass 😀

Bertemu komodo (lagi) di Taman Nasional Loh Liang

Taman Nasional Loh Liang

Bertemu komodo lagi? ya udah nggak apa – apa, udah jauh – jauh ke Labuan Bajo juga. Lagipula kalau tidak berkunjung ke Pulau Komodo kok rasanya aneh. Saran saya sih kalau kalian yang hanya ingin mengenal kehidupan komodo sebaiknya pilih salah satu tempat saja. Namun jika kalian hobi trekking bisa mengunjungi kedua tempat ini karena setiap tempat memiliki pemandangan yang berbeda.

Dermaga Pulau Komodo
Patung komodo

Sampai di Pulau Komodo lebih tepatnya Taman Nasional Loh Liang, kami juga bertemu dengan ranger dan diberi penjelasan singkat. Karena masih cukup lelah setelah trekking di Pulau Padar akhirnya kami memilih jalur terpendek, cukup buat pengalaman saja 😀 . Meskipun melalui jalur terpendek, kami sudah bisa menikmati view yang keren ini.

Pulau Komodo

Pink = putih + merah

Pink Beach

Di Labuan Bajo, kalian bisa menemukan sebuah pantai cantik dengan keunikan pasir pink nya. Warna merah muda nya merupakan perpaduan dari pasir putih dan pecahan koral merah. Di sini dilarang keras membawa pulang pasir pantai ya. Lebih baik kalian dokumentasikan dalam bentuk foto saja seperti saya 😀

Pasir pink dan birunya laut

Kalian bisa membawa kamera underwater atau melindungi smartphone dengan waterproof case untuk mengabadikan pemandangan bawah laut. Masih banyak terumbu karang yang bagus dan mudah sekali menemukan ikan – ikan kecil di sini.

Destinasi terakhir : Pulau Kanawa

Lanjut ke Pulau Kanawa karena Manta Point hanya kami lewati saja sehubungan dengan arus laut yang sedang tidak bersahabat *hiks* . Sebenarnya di Manta Point, kita bisa menemui ikan pari Manta dan bahkan snorkeling di sini. Ikan pari Manta tidak berbahaya karena ekornya tidak menyengat dan termasuk salah satu spesies ikan pari terbesar.

Pulau Kanawa

Di Pulau Kanawa kami disambut dengan hamparan pasir putih dan lautan luas dengan airnya yang jernih. Ditambah lagi dengan pantulan cahaya matahari di sore hari yang membuat lautan makin cantik. Pemandangan yang indah sekaligus suasananya nyaman untuk bersantai ataupun snorkeling. Di sini saya sempat bermain ayunan dan menemukan bintang laut juga cangkang kerang yang cukup besar di pinggir pantai.

Bintang laut
Bintang laut 😀
Cangkang kerang yang besar
Cangkang nya besar loh!

Sungguh pemandangan yang indah untuk menutup liburan saya kali ini karena besok adalah hari terakhir di Labuan Bajo *hikss*. Tidak lupa sebelum pulang kami membeli oleh – oleh untuk kalian di Exotic Komodo Souvenir Shop *php*. Enaknya belanja di sini karena letaknya berseberangan persis dengan bandara dan yang paling penting.. LENGKAP! Mulai dari kaos, gantungan kunci, tas, magnet, gelas, kopi dan lainnya. Kalau ingin mengisi perut sebelum naik pesawat, tenang saja karena di sebelahnya juga ada restoran Exotic.

Di akhir perjalanan ini saya mengucapkan banyak terima kasih untuk local guide yang telah menemani selama 4 hari 3 malam. Pemandangan indah, aktifitas menantang dan keramahtamahan dari setiap orang yang kami jumpai menjadikan liburan saya kali ini.. perfect!

Thank you and see you later ! 😀 (JUNI 2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *